Kakek dan chiff ‘permulaian’

11760146_1055790564444970_6336591958632623025_n

“Aku datang” teriak nenek hannagan, “carl apa kau disitu?” nenek hannagan sedang membuka jaketnya. Ia tau kakek hannagan sedang mengintip di ruang tamu.

“Hai chiff sepertinya kita akan berpesta malam ini” kata kakek hannagan kepada chiff sitikus. “citcitcit” kata chiff. mereka berdua tersenyum lebar, sangat senang karena nenek hannagan membeli sebatang coklat.

“carl. apa kau disitu?” nenek hannagan menutup pintu, menghindari amukan angin dimusim dingin. “chiff sebaiknya kamu mulai bersembunyi, aku akan memanggilmu nanti” bisik kakek hannagan, chiff berlari menuju lubang tempatnya tinggal.

“Iya aku disini” teriak kakek

“bisa kah kau kemari dan membantuku?”

“tentu.” kakek hannagan beralih dari tempat duduknya menuju pintu depan. “angin diluar sangat kuat carl, aku hampir mati membeku” nenek hannagan menggigil, berjalan menuju ruang tamu. “kau tau sendiri perl, belakangan ini alam semakin mengamuk” kakek hannagan berjalan dibelakang dengan kantong belanja ditangan kanan-nya.

“apakah coklat ini untuk ku?” tanya kakek hannagan setelah meletakan kantong belanja di meja dapur.

“tentu, tapi untuk kali ini kita harus berbagi carl”

“bolehkah chiff sitikus juga mendapatkan coklat ini?”

“boleh. jika ia tidak memakan kue kita lagi”

“tapi itu perbuatan frankie anak kucing berandalan. perl ayolah”

“Mulai kapan kucing memakan kue.” teriak nenek hannagan menyudahi perdebatan ini.

bersambung..