A Hug a Day Keeps the Doctor Away

LINIMASA

Ndak mungkin kalau saya bilang bahwa ngewek sebaiknya jadi corporate culture perusahaan di Indonesia. Paling pol ya saya akan berujar bahwa pelukan adalah sesuatu yang baik, dan seharusnya menjadi budaya kerja perusahaan. “Kenapa ndak dijadikan kultur keluarga saja?” Otentuiya! Ciri khas Teletubbies berkomunikasi adalah cara terbaik keluarga dalam berinteraksi. Itu mah wajib atuh.

Beberapa minggu yang lalu saya menyempatkan diri makan siang bersama OB kantor. Benar-benar makan siang bersama. Mengajak sejak jam 11.45 wib hingga kembali ke kantor satu jam berikutnya. Bukan sekadar kebetulan bertemu di warung makan yang sama. Namun pertemuan di meja makan yang direncanakan. Sebetulnya bukan hanya OB karena OB perempuan turut serta. Makan siangnya pun biasa saja: soto padang dan semesta printilannya.

Dalam perjamuan makan siang tersebut, saya berusaha mengenal setiap rekan makan saya. Salah satunya, OB perempuan yang paling muda. Sebut saja namanya Siti. Dia kelahiran tahun 1994.  Sudah punya anak satu. Usianya…

Lihat pos aslinya 439 kata lagi

Surat untuk Menteri Pendidikan

Kepada

Yth Bapak Bas Wedan

Menteri Pendidikan

ditempat.

Dengan hormat,

Selamat malam pak, apa kabar? Mungkin bapak tidak kenal saya, ya memang saya orangnya ngga terkenal. Tapi saya kenal bapak, bapak menteri pendidikan kan? Ya tentu jelas.

Bapak bas wedan, tak panggil pak bas, boleh? Ngga enak kalau manggil wedan nanti disangkanya orang edan, padahal bapak orang yang gag edan. Di samping itu ada guru ti saya yang juga bernama pak bas juga, jadi makin akrab manggilnya. Pak bas guru saya ini tahun ini akan menikah,  jadi tolong doa’kan langgeng dan sakinah warrohman. Amin.

Pak bas sebagai ‘mantan’ pelajar indonesia saya cukup prihatin dengan pendidikan indonesia jaman sekarang ini, memang tak semudah potong kuku jari. Tapi saya ada usulan untuk masalah ini, semoga bapak suka.

Perbanyak jam AGAMA atau pelajaran spiritual lainnya.

  • Ini efektif sekali menurut saya, coba bapak pikir ‘setiap orang lahir dari agama’ ya udah pasti ajaran agama ini yang terpenting bagi umat manusia
  • Berbeda dengan sekolah swasta ‘agama’, sekolah negri di indonesia sangat kurang pelajaran agamanya pak. Pasti pak bas pernah sekolah negeri kan? Kalau engga yaudah saya maklumin. Gini itu itungannya : 1 Jam pelajaran reguler adalah 45 mnt, pelajaran agama 2 jam jadi 2×45 = 90 menit. Dikurangi guru telat datang atau guru yang sedang menenangkan murid = 15 menit, jadi 90 – 15 = 75 menit. Dengan catatan pelajaran agama seminggu sekali. Jadi :

1MINGGU             =          75MENIT

1BULAN               =          300MENIT

1TAHUN               =          3600MENIT

Sedangkan pelajaran lainnya seperti matematika,biologi,dan pelajaran pokok lainnya sangat banyak jamnya tapi agama sebagai ajaran pokok setiap manusia sedikit L

  • Ini sangat nyeleneh tapi sudah saya pikirkan matang matang untuk hal ini, jadinya malah kematangan dan alhasil aku lupa ngasih tau sama pak bas. Maaf ya pak. Jadi gini, kenapa ngga hari jum’at itu di khususkan untuk hari ‘AGAMA’ bagi sekolah negri, iya soalnya di sd deket rumah saya dulu juga kayak gitu. Setiap hari jum’at para murid disuruh duduk di lapangan depan, ada salah satu ustad yang tausiah. Saya lihat dari kejauhan, TAMPAK para murid sangat senang dengan ini, tapi banyak juga para murid yang ngobrol sendiri atau malah tidur. Tapi menurut saya kenapa ngga ini di aplikasikan untuk setiap sekolah negri di indonesia. Yang islam disediakan ustad begitu juga dengan agama kristen atau budha pak

Ya Cuma itu yang saya kasih ke bapak, eh maksud saya Pak bas. Tapi saya jangan ditangkep ya pak tentang usulan saya tadi, saya ini fakir pak lebih tepatnya fakir asmara. Kasihan nanti anak cucu saya yang bakal diketawain temen sekelasnya karena punya bapak yang masuk polisi gara gara nulis surat ke menteri . Hehehe

Yasudah itu dulu ya pak. Semoga dapat membantu, Ohya saya ngasih salam dari mantan wali kelas saya sekaligus guru matematika di smk, ARIS BAKTIYONO, dia sangat ngefans sama bapak. Menurut dia bapak orangnya itu hebat sambil tangannya kayak tombol like. Saya pamit dulu pak, mungkin surat lainnya bakal tak kirim lagi di lain kesempatan.

RenMuHi

(Warga negara yang sangat labil)

Hehehe matur suwun

Aku terus memikirkan ini..

Hai mbak RI dan mbak viny, hope you read it and like IT.

“PERNAHKAH KAU BERFIKIR JIKA HIDUPMU TIDAK ADIL KARENA ENGKAU MERASA KECEWA AKAN HAL KECIL KAU ANGGAP
BESAR SEAKAN HIDUP INI BERAKHIR TIDAK KAH KAU MERASA HARUSNYA KAU BERFIKIR MASALAHMU YANG KECIL TIDAK SEBANDING
DENGAN APA YANG DIRASAKAN BANYAK MANUSIA DILUAR SANA.. HAI COBALAH KAU MELIHAT DUNIA DI SEKITARMU GIVE YOUR LOVE”

hihihi lagunya maliq and D’essential dunia disekitarmu, lagu recomend untuk mabak mbak cantik ini.

Capcus ke inti.

Viny, RATU VIENNY FITRILYA
Salah satu idol yang menurutku sangat ‘amazing’ banget, mbak viny.. eh jangan mbak kan berjarak satu tahun, yaudah
deh kak viny aja, ngga sopan kalau sebut namanya aja untuk orang yang lebih tua walaupun cuma sedetik tapi harus kita hormati. right?
Kak viny aku sangat berterima kasih, berkat kakak aku sekarang jadi ketagihan baca buku. ya bukannya dulu ngga suka. suka sih
tapi sering judge buku dari covernya alhasil malah jadinya ngga baca baca. tapi itu dulu, sekarang pemikiran akan cover buku itu
sudah hilang. Bukan cuma berterima kasih akan hal itu, aku berterima kasih juga buat recomend lagu 90’s yang sering kamu tweet di #1songforyou
Terima kasih ku lainnya menunggu ya vin

Ri, (ngga tau nama aslinya. hehehe)
Salah satu fan viny yang bisa boleh aku golongkan sebagai fan fanatik(‘maaf’). Hai mbak ri, gimana kabarnya? semoga baik-baik yo. mbak ri
aku juga mau berterima kasih, berkat mbak ri kini aku suka nulis. hehehe, jadi guru pribadi yang sangat kubutuhkan. secara ngga sengaja tweet mbak ri muncul di timeline aku ,”yaiyalah namanya difollow. pea!” hahaha bukan itu maksudku mbak. tweet mbak yang menurutku tak pernah padam untuk menyemangati viny, tanpa patah arang(‘apasih’). makanya vin beli bukunya mbak ri ini yang AK 749, lebih lanjutnya bisa main ke tl
twitter mbak ri : https://twitter.com/gyuchatsu

Well

aku sadar yang terpenting dari kalian berdua ajari tentang arti ‘KONSISTENSI’; satu hal yang sangat susah untuk kulakukan saat ini.

tapi aku sadar dan merasa jika aku harus seperti kalian berdua. KONSISTEN.

Menurutku manusia tetaplah manusia dari luar, Tapi karena ‘KONSISTENSI’ manusia biasa dan luar biasa akan terlihat dengan sangat jelas dari dalam, menurutku.

Kak viny konsisten di dunia peridolan-nya tapi tepi tetap ‘KONSISTEN’ dengan membaca buku dan menulis di blog pribadinya ,dan mbak ri tetap ‘KONSISTEN’ untuk terus menyamangati dari twitter dan blognya dengan kehidupan sehari harinya.

Konsiten, hmm. keliatannya aku lupa dengan konsep hidup yang ini. makanya aku berterima kasih lagi untuk kalian berdua, mbak mbak cantik yang gag cantik dari penampilannya, tapi juga dari hatinya ini *amin*

hehehe.

np: ngga ada maksud apa apa

Byee and Big thank.
T

Kakek dan chiff ‘permulaian’

11760146_1055790564444970_6336591958632623025_n

“Aku datang” teriak nenek hannagan, “carl apa kau disitu?” nenek hannagan sedang membuka jaketnya. Ia tau kakek hannagan sedang mengintip di ruang tamu.

“Hai chiff sepertinya kita akan berpesta malam ini” kata kakek hannagan kepada chiff sitikus. “citcitcit” kata chiff. mereka berdua tersenyum lebar, sangat senang karena nenek hannagan membeli sebatang coklat.

“carl. apa kau disitu?” nenek hannagan menutup pintu, menghindari amukan angin dimusim dingin. “chiff sebaiknya kamu mulai bersembunyi, aku akan memanggilmu nanti” bisik kakek hannagan, chiff berlari menuju lubang tempatnya tinggal.

“Iya aku disini” teriak kakek

“bisa kah kau kemari dan membantuku?”

“tentu.” kakek hannagan beralih dari tempat duduknya menuju pintu depan. “angin diluar sangat kuat carl, aku hampir mati membeku” nenek hannagan menggigil, berjalan menuju ruang tamu. “kau tau sendiri perl, belakangan ini alam semakin mengamuk” kakek hannagan berjalan dibelakang dengan kantong belanja ditangan kanan-nya.

“apakah coklat ini untuk ku?” tanya kakek hannagan setelah meletakan kantong belanja di meja dapur.

“tentu, tapi untuk kali ini kita harus berbagi carl”

“bolehkah chiff sitikus juga mendapatkan coklat ini?”

“boleh. jika ia tidak memakan kue kita lagi”

“tapi itu perbuatan frankie anak kucing berandalan. perl ayolah”

“Mulai kapan kucing memakan kue.” teriak nenek hannagan menyudahi perdebatan ini.

bersambung..

Di balik gunung obasuteyama

Obasuteyama, sebuah gunung tempat membuang kakek-kakek atau nenek-nenek dan seorang lelaki Jepang yang mau membuang ibunya ke sana.

Ubasuteyama, Gunung Pembuangan Nenek adalah cerita rakyat Jepang berdasarkan legenda mengenai tradisi membuang anggota keluarga berusia lanjut di gunung. Kisahnya mengenai anak laki-laki yang harus membuang orang tuanya yang sudah lanjut usia di gunung dengan alasan tradisi dan untuk mengurangi mulut yang harus diberi makan.
Legenda nenek tua Yamamba berasal tradisi membuang nenek di gunung. Yamamba suka memakan para pelancong setelah sebelumnya menyediakan tempat menginap dan makanan. Ibu dari Sakata Kintoki dalam cerita rakyat Kintarō diceritakan sebagai yamamba berparas cantik.
Namun ada dua versi cerita dari legenda Obasuteyama.

  1. Versi masalah pelik
    Penguasa salah satu provinsi di Jepang menetapkan bahwa anggota keluarga yang sudah lanjut usia dan tidak mampu bekerja lagi sebagai makhluk tidak berguna. Oleh karena itu, mereka harus dibuang ke gunung. Salah satu keluarga yang memiliki seorang anggota keluarga lanjut usia juga terkena peraturan tersebut. Namun keluarga itu tidak tega untuk melaksanakannya. Mereka menyembunyikan orang tua itu di kolong rumah. Beberapa lama kemudian, penguasa provinsi itu diminta memecahkan pertanyaan-pertanyaan pelik dari penguasa provinsi tetangga. Bila tidak bisa menjawab masalah pelik yang diajukan, maka provinsi kecil itu diancam akan diserbu dan dihancurkan. Berkat pengetahuan dari orang lanjut usia, pertanyaan-pertanyaan pelik yang diajukan penguasa provinsi tetangga dapat dijawab. Peraturan membuang orang tua di gunung akhirnya dihapus, dan orang lanjut usia kembali diperlakukan dengan baik.
  1. Versi patahan ranting
    Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Dalam versi yang hampir serupa, tebaran dedak dipakai sebagai pengganti patahan ranting. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
    “Bu, kita sudah sampai”, kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya. Si ibu, dengan tatapan penuh kasih berkata, ”Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang Ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
    Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya Ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan”. Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang dan merawatnya dengan baik sampai akhir hayatnya.

Dalam alquran sendiri ada dua perilaku jika kita melalukan perilaku itu, maka akan langsung dibalas oleh ALLAH SWT.

1.Orang yang berbuat baik kepada orang tuanya

2.Orang yang berduhaka kepada orang tuanya

sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/55a2d9949a09516b028b4569/kaskus.co.id/?utm_source=facebok&utm_medium=internalpost&utm_campaign=hotthread

NELAYAN-KU

NELAYAN-KU

DSC_0009

Dia begitu bersemangat, wajahnya tersenyum dan penuh harapan. harapan untuk mendapatkan ikan

Nelayan-ku sudah ada sedari dulu

Bilangnya dulu ikan mudah ditangkap.
Sekarang.. ada dan mudah ditangkap.. . SAMPAH

tangannya kuat dan kakinya yang kokoh. kedua tangan digunakan untuk melemparkan jaring, kakinya sebagai tolakan.

Tampak ia selalu tersenyum.
walaupun aku tahu pasti dia hanya menangkap banyak SAMPAH dan sedikit ikan

NELAYAN-KU tak pernah mengeluh dan tak kenal rasa sakit..

DSC_0005

aku tahu 1 hal dan ini pasti yang nelayan-ku rasakan..
dia menyalahkan kita orang kota atas SAMPAH SAMPAH ini, orang kota yang bisanya cuma omdo dan berperilaku sesuka hati

tapi buat apa marah toh NELAYAN-KU tak pernah didengar suaranya.. bahkan dengan pemerintah sekalipun.

DSC_0010

NOTE : KENANGAN

AMQCMANNPOST

Hidup adalah rangkain dari peristiwa peristiwa. Peristiwa masa lalu disebut kenangan, peristiwa yang akan datang adalah takdir.

Yang aku tuliskan saat ini mengenai kenangan peristiwa besar dalam hidupku. Saat aku menginjak umur 5  tahun.


Terlahir sebagai pemilik bintang capicorn,dan sebagai status anak bungsu. sebenarnya tidak ada yang kurang dalam tubuhku. Semua normal seperti manusia lainya..

Sampai itu berubah saat diusiaku 5 tahun.

Hari itu sore hari dipasar palur.

Seperti biasa ibu berbelanja dengan membawaku. Saat aku memasuki pasar belum terasa ada hal aneh yang kurasan. Setelah beberapa saat kemudian aku berjalan menulusuri pasar, tampak beberapa pedagang dan para pembeli pasar yang terus menerus melihatku. aku merasakan, sepertinya ada hal yang aneh dengan diriku. tapi aku acuh tak memperdulikan. Tapi mereka terus melihatku sampai akhirnya aku memikirkan sebuah pertanyaan, ‘emang aku kenapa?’ . Aku terus berjalan dengan tangan kananku yang berpegang erat dengan baju ibuku. Entah.. tapi saat aku melihat ibuku, dia terlalu cuek untuk menyadari ini. Dia terus membawaku ke tempat kios kios kebutuhan rumah. Aku tak tahu apa yang terjadi denganku saat itu, aku hanya berusaha untuk tidak menatap mereka dengan memandang kebawah dan tak menoleh kebelakang. Sampai akhirnya ibu selesai berbelanja, aku tak menanyakan apapun kepada ibu-ku, aku hanya ingin pulang dan melupakan hal tadi.

Minggu, sehari setelah hari itu.

Terbangun dipagi hari, berjalan menuju halaman depan. Melihat apakah ada taksi bapak. Uh.. ngga ada ternyata bapak kemaren malam tidak pulang. Tapi disitu ada kakak perempuanku dan ibu. kakak menggowes sepeda barunya, ia tampak riang dengan baju ridur yang ia kenakan. Ibu duduk diteras rumah, mengawasi kakakku dengan sesekali melihat keatas. Aku berjalan menuju teras untuk duduk bersama ibu. ‘oh bal wes tangi, pengan mangan?’ ucap ibuku, ‘pengen’ dengan sopan aku membalas pertanyaan ibu. ‘yowes tak masak.’ Ibu bergegas masuk kedalam rumah. Aku melihat kakakku ia berputar putar dihalaman depan, melintas melewatiku dengan acuh seperti tak melihatku, dan tak menyapaku. Tak pernah.

Beberapa saat kemudian ibu pun datang dari arah belakang, menyuruh kakakku berhenti. Untuk segera pergi ke warung sayur yang berada di pertigaan jalan komplek. Memberitahu kakak untuk membeli kecap di warung itu, karena kecap dirumah yang sudah habis. Kakakpun dengan memakai muka manyun, merasa terpaksa. Pergi ke warung itu. Setelah itu ibu masuk lagi kedalam rumah, ‘sabar ya’ , ‘nggeh.’

Tak lama kemudian, dari kejauhan tampak kakak dengan tergesa gesa masuk kedalam gang, mengayuh sepeda sangat kuat dan cepat. Aku melihatnya berbelok dengan tajam menuju ke arah halaman depan. Kedua kakinya menyeret tanah, dengan kedua tangan yang memegang erat tuas rem. Dengan nafas yang terenga-enga, dia menatapku dengan tatapan sinis. Lalu berteriak memanggil ibu untuk keluar, Keras dan nada tinggi.

Ibu keluar dan bilang “opo? Mbok ojo banter banter la ngomong. Ndi kecap’e ?.” kakak pun menghela nafas dan aku masih diam ditempat aku duduk. Dia berkata “BU. Sebener’e adek loro opo toh? Kok kabeh wong neng warung ngomongke ade”. translate : “BU. Sebenarnya ade sakit apa sih, sampai semua orang di warung sayur membicarakannya.” Dengan cepat ibu berucap “ssssttt” dengan mata mengedip satu kali. Sesaat sesudahnya pertanyaan itu datang kembali, pertanyaan ‘emang aku kenapa?’ terus menerus kupikirkan. Walaupun ibu sudah merayuku, untuk tidak memikirkan hal itu.

Pertanyaan itu terus menerus kupikirkan, tapi aku tak berani untuk bertanya kepada siapapun. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk berdiri didepan kaca. Tampak tak ada yang aneh pada saat itu. Sebenarnya itu umum, penglihatan manusia di umur 5 tahun masih samar samar. Belum bisa membedakan suatu benda.

Setahun sesudahnya. Aku memutuskan untuk tidak memikirkan itu lagi.

Umur 6tahun,setelah lulus dari tk aisyah. Lagi.. ibu dan bapak memutuskan untuk menyekolahkanku di dekat rumah nenek dan kakek. Pertanyaan itu masih didalam pikiranku, tapi aku memilih untuk menutup rapat rapat menjadkan sebuah rahasia.

BERSAMBUNG..