Kakek dan chiff ‘permulaian’

11760146_1055790564444970_6336591958632623025_n

“Aku datang” teriak nenek hannagan, “carl apa kau disitu?” nenek hannagan sedang membuka jaketnya. Ia tau kakek hannagan sedang mengintip di ruang tamu.

“Hai chiff sepertinya kita akan berpesta malam ini” kata kakek hannagan kepada chiff sitikus. “citcitcit” kata chiff. mereka berdua tersenyum lebar, sangat senang karena nenek hannagan membeli sebatang coklat.

“carl. apa kau disitu?” nenek hannagan menutup pintu, menghindari amukan angin dimusim dingin. “chiff sebaiknya kamu mulai bersembunyi, aku akan memanggilmu nanti” bisik kakek hannagan, chiff berlari menuju lubang tempatnya tinggal.

“Iya aku disini” teriak kakek

“bisa kah kau kemari dan membantuku?”

“tentu.” kakek hannagan beralih dari tempat duduknya menuju pintu depan. “angin diluar sangat kuat carl, aku hampir mati membeku” nenek hannagan menggigil, berjalan menuju ruang tamu. “kau tau sendiri perl, belakangan ini alam semakin mengamuk” kakek hannagan berjalan dibelakang dengan kantong belanja ditangan kanan-nya.

“apakah coklat ini untuk ku?” tanya kakek hannagan setelah meletakan kantong belanja di meja dapur.

“tentu, tapi untuk kali ini kita harus berbagi carl”

“bolehkah chiff sitikus juga mendapatkan coklat ini?”

“boleh. jika ia tidak memakan kue kita lagi”

“tapi itu perbuatan frankie anak kucing berandalan. perl ayolah”

“Mulai kapan kucing memakan kue.” teriak nenek hannagan menyudahi perdebatan ini.

bersambung..

Di balik gunung obasuteyama

Obasuteyama, sebuah gunung tempat membuang kakek-kakek atau nenek-nenek dan seorang lelaki Jepang yang mau membuang ibunya ke sana.

Ubasuteyama, Gunung Pembuangan Nenek adalah cerita rakyat Jepang berdasarkan legenda mengenai tradisi membuang anggota keluarga berusia lanjut di gunung. Kisahnya mengenai anak laki-laki yang harus membuang orang tuanya yang sudah lanjut usia di gunung dengan alasan tradisi dan untuk mengurangi mulut yang harus diberi makan.
Legenda nenek tua Yamamba berasal tradisi membuang nenek di gunung. Yamamba suka memakan para pelancong setelah sebelumnya menyediakan tempat menginap dan makanan. Ibu dari Sakata Kintoki dalam cerita rakyat Kintarō diceritakan sebagai yamamba berparas cantik.
Namun ada dua versi cerita dari legenda Obasuteyama.

  1. Versi masalah pelik
    Penguasa salah satu provinsi di Jepang menetapkan bahwa anggota keluarga yang sudah lanjut usia dan tidak mampu bekerja lagi sebagai makhluk tidak berguna. Oleh karena itu, mereka harus dibuang ke gunung. Salah satu keluarga yang memiliki seorang anggota keluarga lanjut usia juga terkena peraturan tersebut. Namun keluarga itu tidak tega untuk melaksanakannya. Mereka menyembunyikan orang tua itu di kolong rumah. Beberapa lama kemudian, penguasa provinsi itu diminta memecahkan pertanyaan-pertanyaan pelik dari penguasa provinsi tetangga. Bila tidak bisa menjawab masalah pelik yang diajukan, maka provinsi kecil itu diancam akan diserbu dan dihancurkan. Berkat pengetahuan dari orang lanjut usia, pertanyaan-pertanyaan pelik yang diajukan penguasa provinsi tetangga dapat dijawab. Peraturan membuang orang tua di gunung akhirnya dihapus, dan orang lanjut usia kembali diperlakukan dengan baik.
  1. Versi patahan ranting
    Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Dalam versi yang hampir serupa, tebaran dedak dipakai sebagai pengganti patahan ranting. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
    “Bu, kita sudah sampai”, kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya. Si ibu, dengan tatapan penuh kasih berkata, ”Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang Ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
    Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya Ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan”. Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang dan merawatnya dengan baik sampai akhir hayatnya.

Dalam alquran sendiri ada dua perilaku jika kita melalukan perilaku itu, maka akan langsung dibalas oleh ALLAH SWT.

1.Orang yang berbuat baik kepada orang tuanya

2.Orang yang berduhaka kepada orang tuanya

sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/55a2d9949a09516b028b4569/kaskus.co.id/?utm_source=facebok&utm_medium=internalpost&utm_campaign=hotthread

NELAYAN-KU

NELAYAN-KU

DSC_0009

Dia begitu bersemangat, wajahnya tersenyum dan penuh harapan. harapan untuk mendapatkan ikan

Nelayan-ku sudah ada sedari dulu

Bilangnya dulu ikan mudah ditangkap.
Sekarang.. ada dan mudah ditangkap.. . SAMPAH

tangannya kuat dan kakinya yang kokoh. kedua tangan digunakan untuk melemparkan jaring, kakinya sebagai tolakan.

Tampak ia selalu tersenyum.
walaupun aku tahu pasti dia hanya menangkap banyak SAMPAH dan sedikit ikan

NELAYAN-KU tak pernah mengeluh dan tak kenal rasa sakit..

DSC_0005

aku tahu 1 hal dan ini pasti yang nelayan-ku rasakan..
dia menyalahkan kita orang kota atas SAMPAH SAMPAH ini, orang kota yang bisanya cuma omdo dan berperilaku sesuka hati

tapi buat apa marah toh NELAYAN-KU tak pernah didengar suaranya.. bahkan dengan pemerintah sekalipun.

DSC_0010

NOTE : KENANGAN

AMQCMANNPOST

Hidup adalah rangkain dari peristiwa peristiwa. Peristiwa masa lalu disebut kenangan, peristiwa yang akan datang adalah takdir.

Yang aku tuliskan saat ini mengenai kenangan peristiwa besar dalam hidupku. Saat aku menginjak umur 5  tahun.


Terlahir sebagai pemilik bintang capicorn,dan sebagai status anak bungsu. sebenarnya tidak ada yang kurang dalam tubuhku. Semua normal seperti manusia lainya..

Sampai itu berubah saat diusiaku 5 tahun.

Hari itu sore hari dipasar palur.

Seperti biasa ibu berbelanja dengan membawaku. Saat aku memasuki pasar belum terasa ada hal aneh yang kurasan. Setelah beberapa saat kemudian aku berjalan menulusuri pasar, tampak beberapa pedagang dan para pembeli pasar yang terus menerus melihatku. aku merasakan, sepertinya ada hal yang aneh dengan diriku. tapi aku acuh tak memperdulikan. Tapi mereka terus melihatku sampai akhirnya aku memikirkan sebuah pertanyaan, ‘emang aku kenapa?’ . Aku terus berjalan dengan tangan kananku yang berpegang erat dengan baju ibuku. Entah.. tapi saat aku melihat ibuku, dia terlalu cuek untuk menyadari ini. Dia terus membawaku ke tempat kios kios kebutuhan rumah. Aku tak tahu apa yang terjadi denganku saat itu, aku hanya berusaha untuk tidak menatap mereka dengan memandang kebawah dan tak menoleh kebelakang. Sampai akhirnya ibu selesai berbelanja, aku tak menanyakan apapun kepada ibu-ku, aku hanya ingin pulang dan melupakan hal tadi.

Minggu, sehari setelah hari itu.

Terbangun dipagi hari, berjalan menuju halaman depan. Melihat apakah ada taksi bapak. Uh.. ngga ada ternyata bapak kemaren malam tidak pulang. Tapi disitu ada kakak perempuanku dan ibu. kakak menggowes sepeda barunya, ia tampak riang dengan baju ridur yang ia kenakan. Ibu duduk diteras rumah, mengawasi kakakku dengan sesekali melihat keatas. Aku berjalan menuju teras untuk duduk bersama ibu. ‘oh bal wes tangi, pengan mangan?’ ucap ibuku, ‘pengen’ dengan sopan aku membalas pertanyaan ibu. ‘yowes tak masak.’ Ibu bergegas masuk kedalam rumah. Aku melihat kakakku ia berputar putar dihalaman depan, melintas melewatiku dengan acuh seperti tak melihatku, dan tak menyapaku. Tak pernah.

Beberapa saat kemudian ibu pun datang dari arah belakang, menyuruh kakakku berhenti. Untuk segera pergi ke warung sayur yang berada di pertigaan jalan komplek. Memberitahu kakak untuk membeli kecap di warung itu, karena kecap dirumah yang sudah habis. Kakakpun dengan memakai muka manyun, merasa terpaksa. Pergi ke warung itu. Setelah itu ibu masuk lagi kedalam rumah, ‘sabar ya’ , ‘nggeh.’

Tak lama kemudian, dari kejauhan tampak kakak dengan tergesa gesa masuk kedalam gang, mengayuh sepeda sangat kuat dan cepat. Aku melihatnya berbelok dengan tajam menuju ke arah halaman depan. Kedua kakinya menyeret tanah, dengan kedua tangan yang memegang erat tuas rem. Dengan nafas yang terenga-enga, dia menatapku dengan tatapan sinis. Lalu berteriak memanggil ibu untuk keluar, Keras dan nada tinggi.

Ibu keluar dan bilang “opo? Mbok ojo banter banter la ngomong. Ndi kecap’e ?.” kakak pun menghela nafas dan aku masih diam ditempat aku duduk. Dia berkata “BU. Sebener’e adek loro opo toh? Kok kabeh wong neng warung ngomongke ade”. translate : “BU. Sebenarnya ade sakit apa sih, sampai semua orang di warung sayur membicarakannya.” Dengan cepat ibu berucap “ssssttt” dengan mata mengedip satu kali. Sesaat sesudahnya pertanyaan itu datang kembali, pertanyaan ‘emang aku kenapa?’ terus menerus kupikirkan. Walaupun ibu sudah merayuku, untuk tidak memikirkan hal itu.

Pertanyaan itu terus menerus kupikirkan, tapi aku tak berani untuk bertanya kepada siapapun. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk berdiri didepan kaca. Tampak tak ada yang aneh pada saat itu. Sebenarnya itu umum, penglihatan manusia di umur 5 tahun masih samar samar. Belum bisa membedakan suatu benda.

Setahun sesudahnya. Aku memutuskan untuk tidak memikirkan itu lagi.

Umur 6tahun,setelah lulus dari tk aisyah. Lagi.. ibu dan bapak memutuskan untuk menyekolahkanku di dekat rumah nenek dan kakek. Pertanyaan itu masih didalam pikiranku, tapi aku memilih untuk menutup rapat rapat menjadkan sebuah rahasia.

BERSAMBUNG..

OSHI VINY : MANISNYA GULA

Dear oshi viny.

Manisnya gula tak lebih manis dari senyuman-mu.

Sejarah gula

Pada abad ke-15 colombus yang juga penemu benua amerika menemukan gula di sebuah kawasan timur tengah. Saat colombus pulang, para bangsawan eropa menyukai gula atau yang mereka sebut garam manis . Sayang kawasan eropa yang dingin dan subtropis tidak cocok untuk bertanam tebu. Jadi banyak diantara bangsawan eropa yang membudi dayakan tebu didaerah amerika selatan.

Gula pada masa itu sangat elegan, hanya kalangan atas orang eropa yang mampu membelinya. Makin banyaknya orang yang suka gula, membuat para bangsawan membeli budak budak afrika untuk di jadikan  petani tebu di amerika selatan sana. Dalam satu angkutan budak afrika terdapat 300 budak disatu kapal yang sama mereka diikat,ditumpuk,dan di siksa.  sungguh tragis

Sangat memilukan memang.

Disatu sisi semua orang menyukai gula.

Disisi lainnya dibalik gula terdapat sejarah yang cukup sadis.

 

Tapi itu gula

 

Gula manis karena alami.

Kalau ini manisnya beda alias ngga sama.

 

Viny atau Ratu vienny fitrilya

 

Manisnya karena takdir dari tuhan yang maha esa dan lebih dari alami.

 

Masa?

Iya!

CFLgUWsUkAApo88CFMKpz1UUAAvvjH

KAU SANGAT MANIS DISETIAP JEPRETAN KAMERA.

BEBERAPAKALI MANISNYA HIDUP TERPANCAR DARI SENYUMMU

BEBERAPAKALI MATA TERSEMBUNYIMU MEMBUATKU MELEGAKAN

KERONGKONGANKU.

 

       Seringkali manisnya dirimu membuatku terjatuh pada sebuah lamunan yang terbesit dipikiran

OH VINY KAU BEGITU MANIS.

MUNGKINKAH KITA BISA BERDUA UNTUK SATU MENIT DALAM HIDUPKU, PERGI KESUATU TEMPAT YANG INDAH..  BERDUA SAJA.

APAKAH ITU BISA?

Saat tersadar dan penglihatan masih samar samar.

‘Apa yang sedang kupikirkan. Ayolah sadar. Itu hanya sebuah mimpi.’ Kata hatiku. sambil menggeleng gelengkan kepala untuk tidak melakukannya lagi.

Sering kali juga diriku ingin menyanyikan sebuah lagu untukmu

SUGAR YES PLEASE. WANT YOU DOWN AND PUT IT DOWN ON ME

CAUSE I NEED. LITTLE LOVE AND LITTLE SIMPATY

lirik yang terus berputar putar dikepala, rasanya ingin kunyanyikan setelah memikirkan manisnya dirimu

Manisnya dirimu juga berbanding lurus dengan manisnya sifat dan perilakumu.

Tak pernah bosan untuk mengingatkan para fan untuk makan,  Cuma makan? ,”tidak hanya itu.”

Dirimu lah yang menyadarkan kita para fan dan diriku sendiri tentang arti sebuah tulisan.

‘Written has the best grap situation of live’

Yah. Setidaknya kata tersebut yang terbesit dari pikiranku tentang arti menulis yang dirimu berikan.

Karena manismu-lah. Diriku yang sekarang terbangun..

Diriku yang terbangun dari ruang hitam yang ku tutup rapat oleh sang waktu.

Seperti kemanisan di walfer coklat, setiap bagiannya memberi rasa berbeda dan saling melengkapi satu sama lain. coklat yang terlalu manis tertutup oleh crispi-nya wafer.

Dua kemanisan dari dalam dirimu..

 Menambahkan :

Manisnya dirimu mungkin hanya opini. tapi manisnya sifatmu adalah fakta